Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
0

Tragedi WTC sudah ada di Al-Qur`an

Mungkin wacana ini bisa lebih memperkuat keimanan dan ketaqwaan
kita...Amin.

Ternyata Tragedi WTC sudah di sebutkan dalam Al Quran.. SubhanAllah....
Dan Hari ini, gw terheran-heran soalnya dapet email dari seorang teman yang
mengatakan bahwa Tragedi WTC ternyata udah dituturkan Allah dalam Qs. At Taubah ayat 109,
berikut isi email nya :

5 tahun yang lalu, Tanggal 11 September .....



Tragedi WTC ada dalam QS. At Taubah

Qs. At Taubah ayat 109, sbb :

Terjemahan :
Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa
kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang
mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu
jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak
memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Zalim.

Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan karena yang mendirikannya
adalah orang -orang yang zalim.
Pada surat At Taubah diatas telah disebutkan kata "JURUFIN HAR" yang oleh
ulama tafsir dulu diterjemahkan sebagai "ditepi jurang yang runtuh"
ternyata
14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan dikota New York
tempat berdirinya WTC, yaitu : Jalan JERF HAR.

Gedung WTC runtuh pada tanggal 11-9-2001

0

Get Close with Yaheedotkom

Berawal dari sebuah jalinan pertemanan sekelas di kampus PCP Unair kelas design grafis C (kelas malam), terjadilah sebuah interaksi canda tawa dan saling share tentang segala hal yang berhubungan dengan design grafis.

Entah kenapa kok yang mulanya pertama kali masuk di kelas baru pada jaim-jaim semua eh lha kok malah asyik nimbrung, cangkruk bareng dsb.
Kala itu setelah jam kuliah selesai, seperti biasa gag langsung pulang, mampir ke warkop sekedar refreshing dikit dan yang pasti beli kopi masing-masing sembari menunggu jam 12 malam tetttt.
Gag tau waktu itu lagi bercanda apaan tiba-tiba ada salah seorang kawan yang mencibir gini "ngkuk aku bakal nggawe situs dewe..yahee dot kom, duduk yahoo.."
( ntar aku bakal mbikn situs sendiri..yahee dot kom, bukan yahoo )
alhasil yang waktu itu pada suasana hepi-hepi langsung tambah deres ketawa`nya.
Eh lha kok ndilalah semakin hari kok semakin sering kata-kata yahee itu terucap dan gara-gara itulah gerombolan ini dikasih nama yahee.

Mungkin agak sedikit kontroversial yah ? mungkin anda atau sebagian orang yang habis mbaca artikel ini pasti berpikir kalo gerombolan ini mau saingan sama pabrik yahoo gitu yah ?
Sebenernya sih gada maskud buat nebeng nama, yah asal aja karna celetuk canda dan akhirnya menjadi nama ini.

Yahee dot kom adalah gerombolan design..
eh nggak dink, maksudnya adalah gerombolan muda-mudi yang addict banget sama dunia design grafis.

Yahee senang travelling, nyari tempat baru buat fotografi, nyari suasana baru biar dapet ilham buat bikin design baru ntar, banyaklah hal-hal yang bisa bikin kita selalu fresh.
Menurutnya design adalah suatu mahakarya yang tak ternilai harganya dan hasil dari sebuah pemikiran yang cemerlang. Tanpanya hidup tidak akan lebih berwarna.

Yahee itu terdiri dari beberapa orang yang berhasil bertahan hidup di kelas C ini..
antara lain nih ya..

- Ayub
[ penggila game online gunbound ini udah top deh kalo lagi maen, tukang tidur dan yang paling gondrong di kelas, tampangnya mirip vokalisnya Hello, tapi sayang dikit-dikit kentut persis kayak lagunya " ..seperti ular, yang sangat berbisa, sangat berbisa, suka memangsa.. " ]

- Ari
[ sebenernya ni bocah salah jalan masuk ke dunia design, aslinya dia salah satu staff terbaik di pabrik obat tempatnya dia kerja, coba tanyain masalah penyakit ato obat-obatan..langsung mak jelegerr dia kalo njelasin panjang lebar. Gagpapa, ntar jadi apoteker trus ngracik obatnya pake illustrator ato corel juga boleh ]

- Andanta
[ pendiam, penuh teori kayak orang jenius tapi kalo ngomongin sepakbola langsung ikutan goal deh dia, saking goal`nya sama dunia bola itu dia gag tanggung-tanggung mbikin majalah sepakbola ala dia waktu tugas besar mata kuliah Typografi..gooalll ]

- Boy
[ kacamataan, pinter njoget, agak hehok, culun tapi bisa megang hampir semua software grafis dan multimedia, pengennya jadi editor top nan handal tapi sayang komputer jebot`nya gag bisa ndukung deh. Gila maen gunbound juga tapi sekarang lagi gencar nyari artikel kiamat 2012..emang mau diedit juga yah segmen gituan.. ]

- Mulyanti
[ si cempreng yang kayak serial 3D Pocoyo, salah satu ibu negara di kelas C, paling asik kalo dia lagi bawa jajan ato bronis gitu di kelas..weee heboh deh kayak pasar jin pindah ke kampus. yang jualan cempreng yang beli kayak gladiator, wes bayangkan sendiri.. ]

- Novan
[ pak umar bakri ala desgraf C, kalo siang dia jadi staff di sebuah sekolah negeri kalo malem jogres dia jadi designer. Ngomongin artikel design sama yang satu ini byuuhh..ditanggap habis kamu, ke kampus aja kayak perpus berjalan, isi tas nya majalah design doank..banyak lagi..makasih ya pak.. ]

- Rahman
[ pemuda yang hampir tuwir asal gresik ini dijuluki paman gembul. aslinya ni orang juga salah jurusan, harusnya dia jadi asisten`nya pak bondan wisata kuliner, lha gimana coba tu perut gembul gitu isinya makan mulu, pulang kampus ke warung trus makan. Tapi dia handal lho kalo lagi nglukis ato ngecat gitu, meski gembul otaknya pun juga gembul ide nih orang.. ]

- Rony
[ sekilas ni orang kayak drummer`nya Hello juga, tapi sayang minim rambut. Penggila anime, katanya terobsesi besog pengen bikin komik Miyabi the last sex-bender..lho saingan sama avatar donk, kalo Aang kan jurusnya elemen udara yahh..kalo karaktermu elemen apa Ron..?? ]

- Stefi
[ jangan dikira ini adalah cewek, agak item, kurusan, gila wanita. Biarpun poligami lebih dari 15 cewek, ni orang jago cuy maen potosop, karyanya buanyak juga. Kayak Stefi Item`nya Andra & the backbone, si kurus ini juga sip sebagai melodis di The Marskal band`nya yang ber-genre SKA.. awas ntar lagi maen potosop sambil tendang-tendang monitor tuh.. ]

- Widodo
[ kelahiran rembang membuatnya medok banget kalo ngomong, ndeso dikit wajar sih namanya juga orang desa agak ke dalem dikit..Selalu pingin sempurna kalo lagi berkarya, kalo lagi serius nglukis ato mbikin bentuk dari clay gitu byuhh..sekali diganggu dilempar kamu ke pedalaman yang paing dalam di rembang.. ]

- Yenny
[ last but not least, ta`cik satu ini adalah wakil ibu negara di kelas desgraf C, jangan salah, paling stylist sendiri di kelas, gini-gini gambar manual`nya beeeehh.. sret sret sret pake pinsil jadi deh gambar view yang indah. kayak mesin fotokopi tuh. ]

Itulah sederet penghuni Yahee dot kom
dengan ide kita berkarya
dengan karya kita tersenyum
dengan senyum kita berduit
dengan duit... beli rokok deh

Welcome to this spot !!!
segala sesuatu artikel yang berhubungan dengan design
mudah-mudahan kami bisa menyajikan apa yang anda looking for..
semoga bermanfaat, semoga berguna..
tetap sehat supaya kita bisa jalan-jalan dan makan lagi..
0

Historical of Bboy


Flash Back" sedikit ke era akhir 60-an..atau awal 70-an.
" Good Foot" sebuah tarian yang dilakukan the "Nicholas Brothers", atau salah satu personilnya yang terkenal yaitu "James Brown".
Sebagian berpendapat bahwa "The Good Foot" merupakan tarian freestyle pertama yang mungkin mengilhami para bboys di pesta "Kool Dj Herc".
Bboy-bboy pertama yang terkenal diantaranya "Nigger Twinz","Zulu Kings" & "Spy"(a.k.a The man Wit Thousand Moves).
Namun Diakhir tahun 70an bboying mulai kehilangan pamornya yang pada waktu itu sebagian besarnya berlangsung pada remaja-remaja berkulit hitam.

Sekitar awal 80-an bboying mulai muncul kembali.
Kali ini pamornya terhadap remaja asal Poerto Rico yang meletakan hidup mereka pada bboying dan membawanya ke tingkat selanjutnya, mereka memulai untuk mengkombinasikan bboying dengan gerakan acrobat dan gymnastic Tetap berpatokan pada "Style".
Rock Steady Crew merupakan salah satu dari crew bboying yang melahirkan gaya-gaya baru dalam bboying tak lupa untuk disebutkan New York City Breakers merupakan salah satu dari crew yang memajukan breakdance di era itu.
Film film mulai dibuat pada saat itu dan membawa bboying keluar dari bronx untuk di perkenalkan ke dunia.
Diantaranya adalah Flash Dance.
Walaupun Flash Dance bukan film bboy, namun pengaruhnya cukup besar untuk dunia soal Breakdance.
Setalah Flash dance muncul film "Breakin","Breakin2",&"Beat Street".
Beat Street menjadi sangat terkenal karena ada adegan battle antara Rock Steady Crew dan New York City Breakers. Dua crew bboy yang sangat terkenal.
Media sangat mempengaruhi bboying.
Karena pengaruh ini bboying terkenal dengan sebutan Breakdance.


Bboying adalah sebuah bentuk tarian Hip-hop dimana sekarang dikenal sebagai "Breakdance", terdiri dari Top Rock / Up Rock, Foot work, Spinning Moves (power moves) dan Freeze.
Bboying datang dari Bronx New York City America. Sebutan Bboying pertama kali dikemukakan oleh Kool Dj Herc yang merupakan seorang Dj di Bronx pada masa itu.
Bboys artinya "Break Boys".
Disebut "Break Boys" karena mereka menari saat bagian musik turun dimana musik hanya ada ketukan drum atau dikenal dengan istilah break part of music.
Akhirnya Break part di "Looping" oleh DJ maka lahirlah "Break Beats"

Perkembangan jenis tarian yang satu ini pun sangat pesat, bahkan beberapa komunitas di Amerika mulai terbentuk. Pada tahun 1980'an, breakdance sudah menjadi seperti fashion di Amerika. Hampir di setiap malam di beberapa bagian kota terdapat beberapa komunitas yang saling menunjukan kebolehannya dalam melakukan jenis tarian ini, walau tidak sedikit yang berujung pada keributan. Cara mereka berkompetisi memang sangat mirip dengan dengan freestyle yang biasa ditemukan pada musik Hip Hop. Tidak hanya di jalan-jalan saja tarian ini ditemukan, karena club dan party pun menjadi lahan empuk bagi para breaker untuk menunjukan kebolehannya.

Setelah sempat menjadi "sampah" di beberapa tempat umum tersebut, akhirnya breakdance mulai menunjukan kelasnya. Pada akhir tahun1980, mulai banyak kompetis breakdance yang resmi bermunculan dan Battle Of The Year merupakan salah satu kompetisi yang sangat berkelas. Kehadiran kompetisi ini langsung diikuti dengan berbagai kompetisi lainnya yang seara tidak langsung mengangkat kelas jenis tarian ini.


::: Moves, Beat and inFashion :::


:::: Moves ::::

Toprocks...
Toprocks menampilkan gerakan yang membtuhkan fleksibilitas, gaya , dan yang paling penting irama. Tarian ini biasa digunakan pada awal pertunjukkan sebagai pemanasan beberapa gaya akrobatik lain. Dowrock biasanya ditampilan dengan posisi tangan dan kaki pada lantai. Pada downrock, seorang breaker menampilkan perputaran tubuh dengan kecepatan kaki dan kontrol dengan cara mengkombinasi gerakan kaki. Kombinasi ini akan menampilkan gaya yang disebut power moves

Power Move...
Power Move adalah gerakan yang membutuhkan momentum dan kekuatan fisik untuk menjalankannnya. pada power move, breaker lebih bergantung pada kekuatan tubuh bagian atas untuk menari, menggunakan tangan untuk bergerak. Power Move terdiri dari Windmill, Swipe, dan Flare. The windmill adalah gerakan populer daripower move.

Freeze...
Freeze adalah menahan gerakan dengan pose yang bagus. Semakin sulit freeze, membutuhkan kekuatan tubuh breaker untuk menahan dirinya, dengan pose seperti Handstand .

Suicide...
Suicide adalah tarian penutup sebagai kebiasaan breaker. Breaker akan membuat dirinya terhilat kehilangan kendali dan jatuh dengan punggung, perut, dll. Semakin sakit penampilan suicide terlihat, semakin bagus tarian tersebut, tetapi breaker akan melakukannya dengan sebuah trik untuk mengurangi sakit. Biasanya tarian ini juga digunakan untuk menarik penonton setelah gerakan freeze.


:::: Beat ::::

Musik menjadi salah satu elemen penting dalam breakdance, karena para breakers tentu tidak akan bisa menari tanpa musik. Bahkan terkadang musik-musik yang seru dapat menjadi sebuah inspirasi tersendiri bagi para breakers ini. Musik-musik dengan irama break beat merupakan menu wajib di sini, yaitu dengan campuran musik-musik lain seperti Jazz, Soul, Funk, Electro, Electro Funk, Disco, Hip Hop, sampai R&B. Musik-musik ini tidak dibiarkan murni begitu saja, karena ada DJ yang bertugas mengolah musik tersebut sehingga akan terdengar sangat serasi dengan gerakan-gerakan yang ada.

Tempo pada musik yang dimainkan disini berkisar antara 110 hingga 135 beats per minute (BPM), sedangkan di Eropa untuk urusan musik memang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan Amerika. Kalu di Amerika para breakers menggunakan black music untuk mengiri tarian mereka, maka Eropa memilih jenis musik electronica dan rock untuk mengiringi mereka. Musik yang berbeda tersebut menjadi sebuah warna tersendiri di dunia ini, dan gerakan-gerakan yang mereka mainkan pun terlihat lebih extreme dibandingkan dengan gerakan para breakers yang menggunakan musik-musik pada umumnya.


:::: inFashion ::::

Bagi para breakers, selain musik, fashion atau wardrobe juga bagian yang sangat penting, karena menurut mereka fashion merupakan identitas diri mereka sendiri. Breakers pada tahun 1980'an memilih brand Adidas, Puma atau Fila untuk sepatu yang mereka gunakan, karena sepatu dari brand ini memiliki tingkat kelenturan yang sangat nyaman dan cukup menunjang mereka dalam melakukan gerakan-gerakan pada tarian ini. Beberapa breakers bahkan sengaja menggunakan topi, t-shirt dan sepatu dengan brand yang sama sehingga terlihat lebih serasi. Sebagai aksesori tambahan beberapa Breaker membawa tape sebagai pemutar musik. Pada akhir-akhir ini para b-boys juga sering mengenakan kostum seperti b-boys pada era tahun 80'an, karena fashion para b-boys pada tahun tersebut benar-benar sangat nyaman dan cukup sederhana, sehingga mempermudah ruang gerak mereka.

Selain identitas dari para b-boys, ternyata beberapa atribut yang mereka gunakan ini juga memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai pelindung ketika mereka melakukan gerakan-gerakan yang cukup extreme. Walaupun berfungsi sebagai pelindung, namun tetap saja bagian dari fashion ini sangat menarik untuk diperhatikan dan tentunya tetap menunjang fashion dari para b-boys tersebut. Headwear seperti helm skateboard atau topi menjadi pelindung kepala mereka ketika melakukan gerakan headspins (berputar dengan kepala sebagai tumpuan dan kaki diatas). Selain itu bandana yang mereka kenakan pada kening mereka juga berguna untuk menahan rambut mereka sehingga tidak menutupi mata mereka ketika sedang menari.

Jika pada umumnya kita melihat dandanan para b-boys sangat mirip dengan dandanan para jamers atau skateboarder, Anda tidak perlu heran jika melihat para b-boys dengan dandanan a la punk atau gothic sekalipun, karena sebenarnya hal itu sah-sah saja, karena fashion-lah yang menjadi identitas mereka.


::: Bboys are Back..!!! :::

B-Boys Are Back in the ’80s, There Was Breakdancing. But First There Was B-Boying.

Remember, if you will, 1984.
“Miami Vice.” Jelly shoes. Acid-washed jeans. Remember Michael Jackson in his red leather jacket with one gloved hand, gliding across the stage in his patented moon walk.
And remember the soda ads and MTV videos that featured punks in parachute pants spinning on their heads as a boombox pumped a beat in the background.

They called it breakdancing.
It spawned its own clothing lines, movies and lingo. It was the coolest, newest invention of the ’80s.
But it really wasn’t. Breakdancing had a history and depth that was lost in the media blitz that surrounded it.

Now, it’s time for a little history lesson.
Almost 20 years before breakdancing appeared, there was something called b-boying.
It was a new, but underground, dance/art form that filled the clubs in New York City.
Not much has changed.
B-boys say theirs is a form of expression that was born underground and has returned there, but only after it was twisted and turned by a mainstream audience.
“The media almost raped it from its true essence,” says B-Boy WiTeBoi, otherwise known as Josh Glawson, 20. “They wanted all the flashy moves and to be wowed.”

B-boying is more than blowing out moves on the sidewalk that make people ask, “Did that hurt?”
And it didn’t disappear at the stroke of midnight on Dec. 31, 1989, like other fads of the decade.
It simply stayed true to its roots while the masses moved on to the next hot ticket.
For true b-boys, this is a way of life, almost a religion that begins - and ends - with The Dance.

“A b-boy is what I am,” says B-Boy N-Er-G, known at birth but rarely since then as Sebastian Alexis, 22. “Every culture has a storyteller, a warrior, musicians and artists. (In hip-hop), the DJ is the music player, the MC is the storyteller, graffiti is the art and the b-boy is the warrior.

“We get ready to battle.”
It’s Friday night at Greene Street in downtown Greensboro. The club’s daytime lights still glow bright as the first b-boys - and b- girls - trickle in.

Preteens, high schoolers and college-age kids gather in small groups on the floor.
They’re wearing shorts, T-shirts, tank tops, even dress pants. Their knees and elbows are wrapped in padding.
Their hair is long, short, spiked, braided and buzzed.
They stretch their legs and arms. They chug gallons of water. Just water.
Alcohol is shunned. Like athletes, they say, they need to stay focused.
The crowd thickens. They wait for the preliminary competition to begin, but there’s no time wasted. The b-boy crews, usually three to four dancers who perform together, practice their moves.
Around them, other crews sit on the floor, their legs wrapped underneath them, like schoolchildren watching a performance. They clap, nod their heads in approval and politely wait their turn.
On the wall above the dance floor dangles a giant plastic sign, evidence of the sacrifices b-boys have made to please the masses.

It announces tonight’s battle as a “breakdancing competition.”
If the sign actually - but more correctly - read “b-boying competition,” people might not come.
“If we do foundation (moves) for the media, they won’t even use it,” N-Er-G says. “We know what kind of crowd we’re trying to please, so we say, ‘OK, we have to breakdance at this show.’
“Folks need to know there are other things to this dance.”

The foundation of b-boying was laid in the late 1960s with something called “good foot,” the first freestyle dance that had performers dropping to the floor and spinning in circles.
As the dance evolved, moving or breaking on the beat became the cornerstone of b-boying - not spinning, dropping or kicking feet into the air.
Dancers with precision and rhythm, who did more than just swap moves with those performing around them, became the hottest b-boys around.


“The very first b-boys didn’t do anything on the ground - no spinning,” N-Er-G says. “You have to build a foundation of moves. To really dance, to express yourself, that is the real true art.”
N-Er-G, who performs with his crew, Phat Gravity, was introduced to b-boying at the tender age of 3, when he watched the movie “Beat Street.”
“That was like a lasting impression,” he says.
By 11th grade, he was practicing the moves and “started chilling with other cats,” he says.
Now 22, N-Er-G juggles jobs at Time Warner Cable and Pizza Hut. He’s been a student at N.C. A&T, studying German and fashion, and at GTCC, where he studied graphic design.
But be certain, he knows who he is.
“I don’t find time for b-boying,” he says. “I find time for everything else.”
The battle begins shortly after 11 p.m.
The music is pumping so loudly that a bottle of water bounces off the edge of a subwoofer.
The crowd melts into one giant mass and encircles the dance floor.
As the b-boy crews take their turns in the center of the crowd, other b-boys around them cheer and playfully jeer moves gone awry as elbows, knees, even heads smack the floor.
When b-boys battle, the one with the most distinctive style wins. There are basic moves, but imagination is rewarded.
“If someone does nice footwork and a nice freeze, you want to make sure yours has better style, greater flavor, and demolish the opponent,” WiTeBoi says.
Want to humiliate an opponent? You don’t need to trash talk - just dance. Sexually.

The b-boys use gestures to poke fun at each others’, ahem, size.
“Sex is a great way to dis each other,” says WiTeBoi, who helped organize tonight’s battle. “It’s easy to offend them and make them mess up. You have to be in a certain frame of mind to do this and shut it out. Almost businesslike.”
When he was in elementary school in Charlotte, WiTeBoi says he was the “fat kid” who was sometimes teased. In high school, he dropped the weight and became president of the chess club. “I wasn’t the coolest person,” he admits.
But he wasn’t always keeping his eyes on the chessboard. WiTeBoi watched other kids breaking, and he knew then he wanted to dance.
“It’s human nature to want to dance, but we’re so afraid of what people will think,” he says.
While doing research on the Internet, he came across a Christian group that used breaking as a means of worship.

“I could be a b-boy and a Christian at the same time,” he says. “I can express myself and worship God through dancing.”
He pushed himself to work on the moves.
Now, a few years out of high school and his teenage persona, he has become WiTeBoi.
“I have the confidence to do some stupid move, and people will say, ‘He’s just b-boying,’ ” says WiTeBoi, adding that he wants to work on moves that mix b-boying with traditional swing dancing. “Breaking pushes you a little farther, and you start thinking of different moves. This gives you the feeling to be able to express yourself in dance.”
As the battle wages on, WiTe-Boi is working the crowd.
In the center of the dance floor, bodies are sweaty, the air becomes hot, and looks are shot across the room.

Egos are at stake.
But what happens on the floor, WiTeBoi says, stays there - in most cases. After each battle, the dancers hug, high five or pat each other on the shoulder.
A triumvirate of judges rates each dancer’s style, the moves that take real athletic ability and how clean the routine was.
After winners are announced, there’s grumbling in the audience - even words exchanged - by some b-boys fans.

Just like in sports, there’s a devoted following who never wants to see their favorite lose.
But as long as they can keep b-boying, that’s all that matters.
“(When you dance), you feel like you have to let your soul come out,” WiTeBoi says. “You can get lost in the music.”
N-Er-G adds, “Even if the song is whack.”

Source: Greensboro News Record
Back to Top Blogger Widgets